Senin, 16 Juni 2014

LAPORAN ILMIAH

Definisi laporan ilmiah

Laporan merupakan suatu wahana penyampaian berita, informasi dan pengetahuan atau gagasan dari seorang kepada orang lain. Laporan yang di sampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Laporan berisi serangkaian hasil pemikiran yang di peroleh dari hasil penelitian pengamatan dan peninjauan. Dengan kata lain laporan ilmiah adalah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang btertentu dalam kesempatan tertentu.


 Jenis Laporan Ilmiah

 1. Laporan Lengkap (monograf )

 Merupakan laporan penelitian yang lengkap, yang berisikan :

 a. Proses penelitian secara menyeluruh

b. Teknik penulisan harus menjelaskan hal-hal yang sebenarnya terjadi.

c. Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya terjadi pada setiap tahap analisis 

d. Menyampaikan kegagaan yang dialami


  2. Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah adalah intisari dari monograf, yang disusun lebih padat dan disesuaikan dengan jumlah halaman yang disediakan dalam jurnal ilmiah.


  3. Laporan Ringkas

Laporan yang disusun atau ditulis kembali berdasarkan artikel ilmiah atau studi-studi yang berkenaan dengan kepentingan masyarakat dalam bentuk yang mudah dipahami dan dengan bahasa yang tidak terlalu teknis. 

  4. Laporan untuk Administator dan Pembuat Keputusan

Laporan yang memuat tentang hal-hal penting dalam pembuatan keputusan oleh pihak pimpinan. Laporan ini tidak perlu dalam bentuk lengkap, karena pihak administrator dan pembuat kebijakan tidak memerlukan laporan demikian.


 Ciri Laporan Ilmiah

 1. Ditujukan kepada pembaca tertentu

2. Sistematika laporan kadang disesuaikan dengan permintaan pemberi perintah atau pesanan

3. Bahasanya formal, harus disesuaikan dengan standar EYD

4. Memperhatikan kaidah-kaidah ilmiah sesuai dengan disiplin keilmuannya  

5. objektif

 

Format Laporan

Laporan ilmiah harus berisikan :

 1. Pernyataan tentang masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian

2. Prosedur penelitian yang mencakup desain penelitian, metode penelitian yang dipilih, sampel yang ditarik, teknik pengumpulan data, metode statistik yang digunakan baik pengumpulan maupun analisis data.

3. Hasil penelitian dan temuan-temuan

4. Implikasi yang dapat ditarik dari penelitian tersebut.

Format Laporan juga menggambarkan bagaimana penyajian laporan penelitian secara umum. Format laporan selalu berkembang dan mempunyai format berbeda-beda. Perkembangan ini bertujuan untuk menentukan bagian mana yang harus dilaporkan dan bagaimana cara pelaporannya.


 Ciri-ciri Bahasa dalam Laporan Ilmiah :

 1. Harus tepat makna dan tidak ambigu

2. Harus secara tepat mendefinisikan setiap istilah, sifat dan pengertian

3. Menggunakan tata Bahasa baku dan memperhatikan struktur kalimat



 Syarat Laporan Ilmiah

 a. Komunikatif

Komunikatif disini yaitu uraian dapat dipahami pembaca. Kata dan kalimat hendaknya bersifat denotative, sehingga tidak menimbulkan penafsiran ganda pada pembaca. Pemahaman dari penulis dan pembaca hendaknya harus sama.

 b. Bernalar

Tulisan harus sistematis, berurutan secara logis, ada kohesi dan kohorensi, dan mengikuti metode ilmiah yang tepat, dipaparkan secara objektif, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

 c. Ekonomis

Kata dan kalimat dibuat sepadat dan berisi.

 d. Berdasarkan landasan teori yang kuat

Suatu hasil karya ilmiah bukan subjektivitas penulisnya, tetapi harus berlandaskan pada teori-teori tertentu yang dikuasai secara mendalam oleh penulis.

 e. Relevan dan disiplin ilmu

Tulisan ilmiah ditulis oleh seseorang yang menguasai suatu bidang ilmu tertentu. Maka tulisan ilmiahnya harus menunjukan kedalaman wawasan dan kecermatan pikiran berkaitan dengan disiplin ilmu tertentu.

 f. Memiliki sumber penopang mutakhir

tulisan ilmiah harus mempegunakan landasan teori terbaru, penulis ilmiah harus mencermati teori-teori mutakhir melalui penelusuran internet atau jurnal ilmiah.

 g. Bertanggung jawab

Sumber data, buku acuan, dan kutipan harus secara bertanggungjawab disebutkan dan ditulis dalam karya ilmiah. Teknik penulisan yang tepat serta penggunaan Bahasa yang baik dan benar juga termasuk bentuk tanggung jawab seorang penulis karya ilmiah.


Unsur-unsur laporan ilmiah

Secara umum, sistematika suatu laporan yang lengkap terdiri dari 3 bagian pokok, yaitu bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup.

Secara umum, sistematika suatu laporan yang lengkap terdiri dari 3 bagian pokok, yaitu bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup.

1. 
Bagian Pembuka

Bagian pembuka umumnya digunakan apabila laporan merupakan tulisan yang berdiri sendiri secara utuh. Untuk laporan penelitian dalam jurnal atau bagian dari sebuah buku, tidak seluruh unsur dalam bagian pembuka tersebut digunakan. Bagian pembuka ini terdiri atas :
a. Halaman judul: judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Prakata;
f. Daftar isi;
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar grafik (jika ada)
i. Daftar gambar (jika ada)
j. Abstak : uraian singkat tentang isi laporan

2. Bagian Isi
Bagian isi merupakan menyajikan atau mengomunikasikan informasi ilmiah yang ingin disampaikan. Pada bagian isi inilah seluruh komponen pendahuluan, kajian pustaka dan kerangka teori, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, serta simpulan dan saran disajikan secara lengkap. Bagian isi terdiri dari :

a. Bab I Pendahuluan
Pendahuluan merupakan tulisan yang disusun untuk memberikan orientasi kepada pembaca mengenai isi laporan penelitian yang akan dipaparkan, sekaligus perspektif yang diperlukan oleh pembaca untuk dapat memahami informasi yang akan disampaikan Pendahuluan terdiri atas :
(1) Latar belakang
(2) Identitas masalah
(3) Pembatasan masalah
(4) Rumusan masalah
(5) Tujuan dan manfaat

b. Bab II :
Kajian Pustaka
Kajian pustaka mengungkapkan teori-teori serta hasil-hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan pada topik yang sama atau serupa. Berdasarkan analisis terhadap pustaka tersebut, peneliti dapat membatasi masalah dan ruang lingkup penelitian, serta menemukan variabel penelitian yang penting dan hubungan antarvariabel tersebut.

c. Bab III :
Metode
Pada bagian ini biasanya dijelaskan secara rinci mengenai desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan dan analisis data, serta kelemahan penelitian.

d. Bab IV :
Pembahasan
Pembahasan pada dasarnya merupakan inti dari sebuah tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis menyajikan secara cermat hasil analisis data serta pembahasannya berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

e. Bab V :
Penutup
Penutup berisi tentang kesimpulan dan saran dari laporan ilmiah tersebut. Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis dari penelitian yang dilakukan. Kesimpulan diperoleh dari uraian analisis, interpretasi dan deskripsi yang telah dituliskan pada bagian analisis dan pembahasan. Untuk menulis simpulan, penulis perlu mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang hasil apa yang paling penting dari penelitian yang dilakukan. Jawaban dari pertanyaan tersebutlah yang dituliskan pada bagian simpulan. Pada bagian akhir, biasanya simpulan disertai dengan saran mengenai penelitian lanjut yang dapat dilakukan

3. Bagian Penutup
a. Daftar Pustaka
b. Daftar Lampiran
c. Indeks daftar istilah


CONTOH LAPORAN ILMIAH

KATA PENGANTAR
           
            Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang mana telah melimpahkan rahmatnya sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan ini.

Adapun judul laporan ini adalah “Laporan Penelitian Tentang Dampak Kenaikan Harga Bumbu Dapur bagi Masyarakat Jakarta Menjelang Ramadhan”. Laporan ini disusun berdasarkan data dan informasi yang bersumber dari beberapa referensi.

Dalam penulisan laporan ini, penulis menyadari masih banyak terdapat kesalahan-kesalahan baik dari segi penyusunan maupun pengetikan laporan ini. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat positif maupun membangun agar karya tulis ini dapat serta layak untuk dibaca oleh semua pihak.

Semoga bantuan dan amal baik dari semua pihak mendapat ridho dan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya, semoga tulisan sederhana ini dapat memberikan manfaat serta menjadi wacana baru bagi pembaca pada umumnya dan pihak yang membutuhkan. Amin.

Jakarta, 16 Juni 2014

Penulis            
DAFTAR ISI
1.      Kata Pengantar.............................................................................................      1
2.      Daftar Isi......................................................................................................      2
3.      Dampak Kenaikan Bumbu Dapur bagi Masyarakat Jakarta Menjelang
         Ramadhan ………………….........................................................................     3
4.      Kesimpulan dan Saran.....................................................................................   5



Harga bumbu sebenarnya sudah mulai begejolak sekitar 3 bulan lalu saat harga cabai mencapai Rp. 100.000,- sehingga masyarakat terutama para pedagang mengalami kerugian yang cukup besar. Menjelang ramadhan harga naik seiring dengan menurunnya kapasitas cadangan pada sektor pertanian. Ada sejumlah faktor penyebab terjadinya gejolak ini, salah satu yang paling mendasar jika sector pendistribusian bumbu dapur di monopoli oleh renternir. Kedua adalah naiknya permintaan yang cukup drastis menjelang ramadhan dan hari raya.

Keresahan yang terjadi di masyarakat pun tidak berlangsung lama, karena masyarakat sudak mengalami kenaikan sekitar tiga bulan yang lalu. Terpenting bagi pemerintah adalah memikirkan dampak kenaikkan harga bumbu dapur tersebut. Efek yang terbesar dialami oleh sejumlah pedagang kecil dan masyarakat menengah ke bawah karena bubmbu dapur benar-benar kebutuhan sehari-hari yang lazim di penuhi. Anggaran dari pemerintah untuk di lokasikan kepada petani kurang tersalurkan dengan baik.

Sudah sepatutnya kenaikkan harga bubmbu dapur diiringi kebijakan pemerintah yang langsung dirasakan manfaatnya bagi rakyat. Misalnya pemerintah memperbaharui upah minimum regional (UMR) bagi buruh di seluruh Indonesia. Tidak hanya pegawai negeri sipil (PNS) saja yang ditingkatkan gajinya. Sehingga kenaikan harga bumbu dapur tidak akan berdampak secara global dalam kehidupan masyarakat, terutama kaum miskin. Pada akhirnya anak bangsalah yang terkena dampak kenaikkan harga bumbu dapur , karena keluarga pasti semakin merasa sulit dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari.


KESIMPULAN
Berdasarkan laporan yang telah dipaparkan, penulis menarik kesimpulan secara garis besar terkait kenaikan bumbu dapur saat ini, bahwa:
1.      Kenaikan harga bumbu dapur perlu diimbangi dengan kebijakan pemerintah yang langsung
         dirasakan manfaatnya bagi rakyat.
2.      Pemerintah menaikkan harga BBM akibat harga minyak yang terus melambung terus.
3.      Kita harus mengoptimalkan aliran bantuan ke pedesaan sehingga harga dapat stabil.

SARAN
Hasil laporan ini memaparkan tentang kenaikan harga bumbu dapur menjelang ramadhan pada saat ini khususnya di Jakarta yang tentunya laporan ini masih banyak ditemukan kekurangan sehingga sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis berharap ada penulis-penulis selanjutnya yang akan menyempurnakan makalah ini pada masa yang akan datang.

 

  SUMBER

 

http://prawira.blogspot.com/2013/01/laporan-ilmiah.html

http://mikhaanitaria.blogspot.com/2010/04/laporan-ilmiah.html

http://ilmucerdas.wordpress.com/profil/cara-penulisan-laporan-ilmiah/

http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/menyusun-laporan-ilmiah




PROPOSAL ILMIAH

TEORI PEMBUATAN PROPOSAL

Dalam pembuatan proposal terdapat beberapa hal yang menjadi struktur atau kerangka proposal itu sendiri. Oleh karena itu saya akan memaparkan bagaimana struktur pembuatan proposal yang baik dan benar, berikut adalah komponen yang dibutuhkan dalam proposal.

LATAR BELAKANG MASALAH
Latar belakang masalah merupakan uraian hal-hal yang menyebabkan perlunya dilakukan penelitian terhadap sesuatu masalah atau problematika yang muncul dapat ditulis dalam bentuk uraian paparan,atau poin-poinnya saja. Pada bagian inidikemukakan :
1. Pentingnya masalah masalah yang akan dibahas.
2. Telaah pustaka yang telah ada tentang teknologi yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.
3. Manfaat praktis hasil bahasan.
4. Perumusan masalah pokok yang dibahas secara eksplisit. Biasakan perumusan masalah dalam bentuk pertanyaan .

Dalam bagian latar belakang ini diharapkan penulis menuliskan sebab-sebab ia memilih judul atas permasalahan tersebut. Alasan-alasan yang dapat dikemukakan antara lain:
a. Pentingnya masalah tersebut diteliti karena akan membantu pelaksanaan kerja yang lebih efektif misalnya,atau akan dicari pemecahannya karena berbahaya apabila tidak.Jadi pentingnya diadakan penelitian.
b. Menarik minat peneliti karena dari pengalamannya peneliti mendapatkan gambaran bahwa hal itu sangat menarik.
c. Sepanjang sepengetahuan peneliti belum ada orang yang meneliti masalah tersebut.

Latar belakang masalah menguraikan alasan-alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian serta tujuan penelitian menjadi fokus penelitian. Secara operasional permasalahan penelitian yang dimaksud harus gayut (relevan) dengan rumusan masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diajukan. 

Pokok isi uraian latar belakang masalah hendaknya mampu meyakinkan pihak lain, terutama pembimbing dan penguji. Dengan kata lain, unsur yang perlu diketengahkan dalam latar belakang masalah penelitian sekurang-kurangnya memuat hal-hal berikut:
1) penjelasan dan/atau alasan mengapa masalah dan/atau pertanyaan penelitian yang diteliti itu penting dan menarik untuk diteliti.
2) beberapa bukti bahwa masalah yang diajukan belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan. Harus dijelaskan bahwa masalah yang diajukan/diteliti belum pernah diteliti oleh siapapun, dan jika ini merupakan penelitian ulang (replikasi) harus dijelaskan alasannya mengapa hal itu dilakukan.
3) Kedudukan masalah yang diteliti dalan konteks permasalahan yang lebih luas dengan memperhatikan perkembangan bidang yang dikaji.

Dalam hal ini para penulis sebaiknya menyadari bahwa pemilihan masalah harus didasarkan atas minat dan penghayatan sendiri. Menurut Prof. Dr.Winarno, dalam memilih masalah harus mendalami masalah itu, sehingga penelitian dilakukan secara lebih sestematis dan intensif.

Selanjutnya oleh Dr.Winarno dikatakan bahwa setelah studi eksploratoris ini penulis menjadi jelas terhadap masalah yang dihadapi,dari aspek historis,hubungannya dengan ilmu yang lebih luas,situasi dewasa ini dan kemungkinan-kemungkinan yang akan datang dan lain-lainnya.
1. Mengetahui dengan pasti apa yang akan diteliti.
2. Tahu dimana/kepada siapa informasi dapat diperoleh.
3. Tahu bagaimana cara memperoleh data atau informasi.
4. Dapat menentukan cara yang tepat untuk menganalisis data.
5. Tahu bagaimana harus mengambil kesimpulan serta memanfaatkan hasil.

2.      BATASAN MASALAH
Membuat batasan masalah dalam kerangka penelitian meliputi hal – hal seperti jumlah responden yang akan kita teliti. Agar tidak melebar, masalah penelitian perlu dibatasi. Sebab, jika tidak dibatasi, masalah tersebut mungkin tidak sesuai dengan kemampuan penulis, baik dari segi pengetahuan, ekonomi, maupun waktu. Selain itu, hasilnya pun akan dangkal sehingga tidak memenuhi salah satu syarat karya ilmiah.

3.      RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah ditulis untuk menspesifikasikan masalah yang akan dibahas dalam karangan. Masalah yang dirumuskan harus merupakan hasil penspesifikasian atau pengkhususan masalah utama yang harus dijawab pada bab kesimpulan. Jawabannya diperoleh dari hasilanalisis data. Kemudian yang harus diamati adalah wilayah penelitian. Biasanya dalam wilayah penelitian yang sifatnya sangat besar, bisa ditentukan dari beberapa kota, atau jika ingin ruang lingkup yang lebih kecil maka kita bisa membuatnya hanya di satu tempat. Misalnya saja, bagi teman – teman yang akan melakukan penelitian menyangkut skripsinya bisa membuat penelitiannya di satu kampus saja. Tujuannya agar lebih efisien dan fleksibel.

4.      TUJUAN PENELITIAN
Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan untuk masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya. Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis. Menumbuhkan etos ilmiah di berbagai kalangan  sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.

5.      MANFAAT PENELITIAN
Manfaat penelitian bagi penulis adalah berikut:
Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
Memperoleh kepuasan intelektual;
Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.

6.      HIPOTESIS
Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis berasal dari bahasa Yunani: hypo = di bawah;thesis = pendirian, pendapat yang ditegakkan, kepastian. Artinya, hipotesa merupakan sebuah istilah ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa, secara sadarteliti, dan terarah. Dalam penggunaannya sehari-hari hipotesa ini sering juga disebut dengan hipotesis, tidak ada perbedaan makna di dalamnya.

Tahap-tahap pembentukan hipotesa pada umumnya sebagai berikut:
a. Penentuan masalah.
Dasar penalaran ilmiah ialah kekayaan pengetahuan ilmiah yang biasanya timbul karena sesuatu keadaan atau peristiwa yang terlihat tidak atau tidak dapat diterangkan berdasarkan hukum atau teori atau dalil-dalil ilmu yang sudah diketahui. 

b. Pengumpulan fakta.
Dalam penalaran ilmiah, di antara jumlah fakta yang besarnya tak terbatas itu hanya dipilih fakta-fakta yang relevan dengan hipotesa preliminer yang perumusannya didasarkan pada ketelitian dan ketepatan memilih fakta.

c. Formulasi hipotesa.
Pembentukan hipotesa dapat melalui ilham atau intuisi, dimana logika tidak dapat berkata apa-apa tentang hal ini. Hipotesa diciptakan saat terdapat hubungan tertentu di antara sejumlah fakta. 

d. Pengujian hipotesa
Artinya, mencocokkan hipotesa dengan keadaan yang dapat diamatidalam istilah ilmiah hal ini disebut verifikasi(pembenaran). 

e. Penerapan.
Apabila hipotesa itu benar dan dapat diadakan menjadi ramalan(dalam istilah ilmiah disebut prediksi), dan ramalan itu harus terbukti cocok dengan fakta. Kemudian harus dapat diverifikasikan/koroborasikan dengan fakta.

CIRI-CIRI HIPOTESIS YANG BAIK
Sebuah hipotesis atau dugaan sementara yang baik hendaknya mengandung beberapa hal. Hal – hal tersebut diantaranya :
1) Hipotesis harus mempunyai daya penjelas
2) Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel-variabel.
3) Hipotesis harus dapat diuji
4) Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.
5) Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.

7.      KAJIAN PUSTAKA/LANDASAN TEORI
Kajian pustaka dalam penelitian, baik penelitian pustaka maupun penelitian lapangan mempunyai kedudukan yang sangat penting. Bahkan tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kajian pustaka merupakan merupakan variabel yang menentukan dalam suatu penelitian. Karena akan menentukan cakrawala dari segi tujuan dan hasil penelitian. Di samping itu, berfungsi memberikan landasan teoritistentang mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan dalam kaitannya dengan kerangka pengetahuan.

Oleh karena itu, pengertian kajian pustaka umumnya dimaknai berupa ringkasan atau rangkuman dan teori yang ditemukan dari sumber bacaan (literatur) yang ada kaitannya tema yang akan diangkat dalam penelitian.
Tujuan utama kajian pustaka adalah untuk mengorganisasikan penemuan-penemuan peneliti yang pernah dilakukan. 

Dalam kajian pustaka dimuat esensi-esensi hasil penelitian literatur yaitu berupa teori-teori. Uraian teori yang disusun bisa dengan kata-kata penulis secara bebas dengan tidak mengurangi makna teori tersebut, dapat juga dalam bentuk kutipan dari tulisan orang lain, yaitu kutipan langsung tanpa mengubah kata-kata atau tanda bacaan, kemudian dianalisis dibandingkan dan dikonstuksikan, teori-teori dan temuan-temuan itu harus relevan dengan permasalahan penelitian yang akan dilakukan. 

8.      METODOLOGI PENELITIAN

Dalam metodologi penelitian terdapat beberapa hal penting yaitu, harus mengetahui tentang variabel, sampel , sumber data, serta metodologi pengumpulan data.


CONTOH PROPOSAL FORMAL



PROPOSAL
KEMAH BERSAMA SELURUH EXTRAKURIKULER
SMP / SMA / SMK - CIREBON
TAHUN PELAJARAN 2011 /2012


I. PENDAHULUAN
Dalam pembinaan dan pengembangan diri generasi muda, menggunakan pendidikan Non formal, kami adakan kemah bersama seluruh extrakurikuler SMP / SMA / SMK - CIREBON agar dapat meningkatkan kesadaran terhadap eksistensi generasi muda yang bertaqwa, berbudi pekerti luhur, sehat rohani dan jasmani, serta memiliki tanggung jawab dan solidaritas yang tinggi dan mempunyai sifat kemandirian.

II. MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah :
1. Agar siswa dan siswi SMP / SMA / SMK - CIREBON bisa lebih menunjukan ketanggung jawabannya, kemadirian dan juga kesolidaritasan yang tinggi sesama orang lain.
2. Memiliki wawasan intelektual dalam kehidupan sehari-hari.

III. JENIS KEGIATAN
Adapun jenis kegiatan yang kami laksanakan adalah :
1. Pengujian wawasan / pengembaraan
2. Mengadakan upacara api unggun / penyalaan api unggun
3. Perlombaan-perlombaan
4. Permainan


IV. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
1. Hari : Sabtu s/d Minggu
2. Tanggal : 29 s/d 30 April 2011
3. Waktu : 13.00 wib s/d Selesai
4. Tempat : Gedung SMP / SMA / SMK – CIREBON


V. PESERTA
Seluruh siswa SMK PGRI 1 Palimanan yang telah di setujui oleh orang tuanya.
a. Peserta kelas I
Putra : 153 Orang
Putri : 135 Orang

b. Peserta kelas II
Putra : 20 Orang
Putri : 25 Orang

c. Peserta Kelas III
Putra : 15 Orang
Putri : 13 Orang
Jumlah Keseluruhan : 361 Orang
VI. PANITIA PELAKSANA
Pelaksana kegiatan ini adalah pengurus OSIS SMP / SMA / SMK - CIREBON periode 2011– 2012 seluruh anggota osis yang masih aktif tahun 2011/2012

VII. HARAPAN
Semoga siawa dan siswi dapat menjadi anak yang bertanggung jawab dan semoga dapat menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan semoga ilmu yang sudah kita dapatkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

VIII. PENUTUP DAN PENGESAHAN
Demikian proposal yang kami buat, agar mendapatkan bantuan dan dukungan sepenuhnya dari semua pihak yang terlibat.
Mudah-mudahan dengan kerjasama dan partisipasinya, semoga dapat berguna dalam melancarkan kegiatan tersebut
                                                                                                             Cirebon, .......................20.....
Mengetahui,                                                                                  Panitia Kemah Bersama Ketua                                                                                                      Sekretaris 



( .......................... )                                                                                    ( .......................... )

Menyetujui,
Kepala SMP / SMK / SMA





( ........................................ )



 SUMBER
       


Sabtu, 16 November 2013

Banjir Merendam Kampung Melayu


Jakarta - Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur kembali terendam banjir,seperti biasa karena dua hari hujan lebat. Ketinggian air di daerah yang termasuk langganan banjir itu mencapai sekitar 1meter atau sekitar paha orang dewasa.

Saya yang merupakan penduduk sekitar Kp.Melayu cukup merasakan dampak aktivitas terganggu karena jalan-jalan disekitar tergenang air luapan dari selokan.

"Banjir mulai dari jam 11.00 WIB malam. Beberapa hari ini hujan tak berhenti turun dari malam hingga pagi," kata Pak Soleh, Ketua RT 03 kampung Pulo, yang akrab disapa Babe.

Babe menuturkan bahwa Gang Pulo termasuk daerah yang terendam banjir cukup tinggi, sekitar 1-1,5 meter,sementara di Gang lainnya ketinggian air bervariasi mulai dari semata kaki hingga 1 meter.

Sebagian warga Gang Pulo masih bertahan dilantai dua rumah mereka. Sementara itu cuaca di lokasi saat ini masih gerimis.

“Mereka sudah terbiasa kebanjiran jadi tidak kaget lagi” Babe menambahkan.



Jakarta,16 November 2013.







Senin, 14 Oktober 2013

WAJAH BAHASAKU KINI


WAJAH BAHASAKU KINI

Berbicara mengenai bahsa Indonesia tidak salah kalau kita mengetahui dulu apa itu bahasa Indonesia.Bahasa Indonesia adalah bahasa yang dipakai oleh bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang halus dalam arti bahasa yang baik jika diucapkan dengan nada,suara yang baik,tidak dengan nada yang keras,tidak dengan nada yang emosional tinggi dan juga tidak dengan menggunakan nada yang sulit dimengerti oleh orang lain.
 Bahasa Indonesia juga mempunyai tata aturan dalam penulisannya yang sekarang hampir tidak terlihat dikalangan remaja, sedangkan bahasa Indonesia juga mempunyai tata bahasa.Tata bahasa,bahasa indonesia mempunyai bentuk umum seperti SPOK (Subjek predikat objek keterangan) yang tentunya disesuaikan dengan kondisi dan situasi orang atau masyarakat tersebut jika ingin menggunakannya.Biasanya orang yang sudah lanjut usia/orang orang dewasa sangat baik dalam menggunakan bahasa Indonesia tersebut,baik dalam mengucapkan maupun menyampaikan kepada lawan bicaranya.Mereka selalu memperhatikan baik buruknya perkataan mereka tersebut kepada lawan bicaranya.
Pernahkah terfikir oleh kita mengapa penggunaan bahasa dikalangan remaja sudah mulai hilang?  mungkin kita akan sedikit membahas mengapa penggunaan bahasa Indonesia dikalangan remaja sudah mulai hilang bercampur dengan bahasa atau ejaan yang dipakai remaja tersebut kepada atau antar sesama remaja .
Walaupun penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja sudah memperhatikan susunan kata yang baik,tetapi terkdang Yang pertama terciptanya kata-kata yang mempunyai arti baru .Kata-kata semacam ini diambil dari bahasa Indonesia biasa yang diberikan arti baru. Dalam banyak hal, kata-kata semacam ini hampir sama dengan penggunaan metafora dan gaya bahasa umumnya dalam bahasa Indonesia.
Yang kedua mungkin karena adanya kata-kata Jadian Proses morfologis dengan menggunakan kata jadian dalam bahasa Prokem merupakan cara yang sangat produktif. Cara pembalikan huruf dalam kata dasar sebenarnya sering digunakan dalam kode yang biasa digunakan anak-anak yang dikenal dengan nama bahasa balik. Kadang-kadang, huruf vokal pun ditukar, seperti kata-kata berikut; nyemot yang berasal dari monyet; yai yang berasal dari iya. Selanjutnya kata-kata bahasa asing yang mereka gunakan seperti tajir dan lain sebagainya. Bahasa asing tersebut terkadang terpakai oleh kaum remaja,karena mungkin mereka sudah terbiasa mereka gunakan pada percakapan sehari hari mereka.
        Hal yang tidak kalah penting dalam pemakaian bahasa Indonesia dikalangan remaja adalah kata-kata baru yang tidak diketahui akarnya. Kata-kata baru dalam bahasa Prokem yang termasuk kelompok ini sulit diketahui apakah ia merupakan kata-kata baru atau kata jadian, karena dasarnya tidak dikenali lagi. Kata keme misalnya, segera mengingatkan kita pada kata  makan. Hal yang seperti ini merupakan  proses perubahan bahasa tidak dapat ditelusuri prosesnya.
bahkan kata-kata yang sulit dikenali prosesnya dari akar kata bahasa Indonesia sebelum menjadi bahasa Bahasa seperti ini dihasilkan begitu saja, untuk kemudian cepat diterima dan digunakan tanpa mereka sadari.
Menurut saya solusi untuk bahasa Indonesia yang sangat jauh pada kalangan remaja saat ini cukjup sulit karena mereka sudah sangat menikmati pemakaian bahasa tidak baku tersebut.
Akan tetapi masih ada cara untuk setidaknya mulai membuat remaja menarik untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, yaitu yang pertama membiasakan diri untuk membaca buku-buku penulis Indonesia. Lewat tulisan yang menarik untuk dibaca memungkinkan untuk manggairahkan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Kemudian mulai memperkenalkan remaja dengan karya sastra sastrawan Indonesia,semakin remaja kenal dengan karya sastra Indonesia semakin mereka tertarik untuk berlatih menulis,mempelajari aturan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar . Oleh karena itu saya menghimbau untuk para remaja untuk  memakai bahasa yang baik dan benar sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa Indonesia.

NAMA  : SYAFAAT
KELAS : 3KA39
NPM : 16111969

Mengenai Saya

Foto saya
Menempuh jalan menuju Allah

Pengikut